Bertahan di Real Madrid, Saatnya Bale ‘Counter Attack’ Para Kritikus

Bertahan di Real Madrid, Saatnya Bale ‘Counter Attack’ Para Kritikus. Pada bursa transfer kemarin bale sempat menjadi bahan kritikan oleh para kritikus. Namun kini performanya menanjak dan ia pun meng ‘Counter-Attack’ para kritikus tersebut.

Pada musim lalu, publik mengharapkan Bale bisa menggantikan gol-gol yang dibawa pergi Cristiano Ronaldo ke Juventus. Terlebih setelah pria asal Wales tersebut menjadi bintang dalam kemenangan Los Merengues di babak final Liga Champions 2017/18 lalu.

Sayangnya, Bale gagal menjawab harapan tersebut. Ia hanya mampu mencatatkan 14 gol dan tujuh assist dari 42 penampilan di semua kompetisi. Bahkan, Bale sempat menjadi penghuni rutin bangku cadangan saat Zinedine Zidane kembali ke kursi kepelatihan Madrid.

Performa buruk itu kemudian membuatnya kerap dirumorkan bakalan hengkang dari Santiago Bernabeu. Namun sampai bursa transfer musim panas ditutup, penyerang berumur 30 tahun tersebut tetap berstatus sebagai penggawa Los Merengues.

Bertahan di Real Madrid, Saatnya Bale ‘Counter Attack’ Para Kritikus

Perlahan, performa Gareth Bale mulai menanjak. Dari tiga penampilan terakhirnya di La Liga, mantan penggawa Tottenham tersebut sukses mencetak dua gol dan satu assist. Sayangnya, performa apiknya itu tidak dibarengi dengan hasil-hasil apik untuk Madrid.

Meskipun demikian, Bale tidak patah hati. Malah catatan apik tersebut membuatnya bisa menyerang para kritikus yang pernah menghujani dirinya dengan komentar-komentar pedas.

“Saya tidak mendengarkan kritik karena mereka tidak tahu apa-apa! Saya tidak membaca apapun dan tidak mendengarkan siapapun,” ujar Bale.

“Saya tahu kebanyakan orang-orang tidak mengetahui atau paham soal situasinya. Apa yang mereka tulis tidak berarti apa-apa. Itu tak memberi pengaruh besar kepada saya,” lanjutnya.

Baca Juga : Kepa Menyesal Pernah Berseteru dengan Mantan Pelatihnya

Bale mengakui bahwa musim lalu tidak berjalan dengan baik untuknya. Tetapi, itu bukan titik terendah dalam karir profesionalnya. Momen yang lebih berat pernah ia rasakan saat masih memperkuat Tottenham saat diasuh oleh Harry Redknapp.

“Itu pastinya tidak bagus, namun saya enggan mengatakan bahwa itu waktu terburuk dalam karir saya. Saya ingat pernah tak bermain selama setahun di bawah Harry Redknapp,” tambahnya.

“Itu tidak ideal, tapi saya sudah pernah berada di sana sebelumnya dan tahu bagaimana cara mengatasinya. Saya menjalani masa liburan musim panas dengan menyenangkan. Saat kembali untuk menjalani pramusim, saya hanya terus menundukkan kepala,” lanjutnya lagi.

“Saya tahu ada banyak perbincangan bersama orang yang berkata sesuka mereka. Saya hanya perlu berlatih keras di sesi latihan dan membuat diri siap,” tandasnya.

Kunjungi Bandar Togel Teraman Rekomendasi dari TokeBola

Agen Bola dan Live Game Poker Online Rupiah

Admin Cash Penulis

Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja, dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan.
Agen Lapak Poker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *